PENDERITAAN berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan susuatu yang tidak menyenangkan.

Tuhan membaerikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang-kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya.Bahkan dalam ALQUR’AN surat Al insyiqoq : 6 dinyatakan manusia ialah mahluk yang hidupnya penuh perjuangan artinya bahwa manusia harus bekerja keras untuk dapat melangsungkan hidupnya.

SIKSAAN

Penyebab dari penderitaan adalah siksaan.Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani.

Siksaan yang sifatnya Psikis misalnya kebimbangan, kesepian dan ketakutan.Salah satu penyebab siksaan adalah “kebimbangan ,ketakutan dan kesepian“. Akibat dari kebimbangan seseorang berada dalam keadaan yang tidak menentu, sehingga ia merasa tersiksa dalam hidupnya saat itu. Bagi orang yang lemah berpikirnya, masalah kebimbangan akan lama dialami, sehingga siksaan itu berkepanjangan.

Penyebab ketakutan adalah :

a. Claustrophobia dan Agoraphobia.  (Claustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup, sedangkan Agoraphobia adalah rasa takut yang disebabkan seseorang berada di tempat terbuka )

B. Gamang merupakan ketakutan bila seseorang di tampat yang tinggi.

c. Kegelapan

d. Kesakitan

e. Kegagalan

Bentuk penderitaan adalah “PHOBIA”. phobianya dimulai dengan sesuatu schock emosional

atau suatu tekanan pada waktu tertentu,

KEKALUTAN MENTAL

Gejala-gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah:

a. Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung

b. Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.

Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :

a. Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rokhaninya

b. Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara bertahan dirinya salah, pada orang yang tidak menderita gangguan kejiwaan bila menghadapi persoalan justru cepat memecahkan  problemnya, sehingga tidak menekan perasaannya. Jadi bukan melarikan diri dari persoalan, tetapi melawan atau memecahkan persoalan

c. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan

Sebab-sebab kekalutan mental :

a. Kepribadian yang lemah,

b. Terjadinya konflik sosial budaya, akibat norma berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat,

  1. Cara pematangan batin